Oleh:
Janu Arlinwibowo
Jumlah
handphone di Indonesia mencapai 250,100,000 buah, dengan 237,556,363 penduduk
maka peluang tiap penduduk menggunakan handphone mencapai 105.28%.
Fakta mengejutkan diatas dapat memberikan
gambaran pada kita bahwa masyarakat Indonesia merupakan konsumen teknologi
informasi. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa teknologi yang memiliki
perkembangan sangat cepat ini telah menjadi kebutuhan primer di seluruh belahan
dunia. Beranjak dari kepemilikan handphone,
kita dapat menduga bahwa internet pun sudah menjadi barang biasa di masyarakat.
Fenomena terus berkembangnya teknologi
informasi tidak disia-siakan oleh dunia pendidikan. Saat ini mulai banyak
dikembangkan sistem pembelajaran yang berbasis pada internet, atau lebih sering
kita dengar dengan nama E-Learning. E-Learning
merupakan
usaha untuk membuat sebuah transformasi proses belajar
mengajar di sekolah dalam bentuk digital yang didukung oleh teknologi
internet.
Pengembangan model
pembelajaran E-Learning memberikan
dampak positif pada dunia pendidikan dimana proses pembelajaran dapat dikemas
lebih menarik, bermakna, dan tentunya dapat diakses sewaktu-waktu. Model
pembelajaran ini seolah merevolusi sistem pembelajaran konvensional yang
mengharuskan seorang siswa belajar dalam suatu ruang dan waktu yang khusus.
Dengan pengembangan model ini siswa dapat belajar dengan lebih leluasa tanpa
terkekang oleh ruang dan waktu.
Teknologi
Informasi pun Merambah Tunanetra
Perkembangan teknologi
informasi ternyata berlaku secara keseluruhan, termasuk untuk konsumen
tunanetra. Industri memberikan fasilitas khusus pada tunanetra sehingga dapat mengoperasikan
piranti elektronik dengan baik layaknya orang awam. Inovasi yang dikembangkan
untuk mendukung aksesibilitas tunanetra dalam menggunakan piranti elektronik
berupa handphone dan komputer adalah pembaca layar atau dikenal dengan
nama software screen reader. Prinsip kerja software ini adalah
membaca tulisan dan obyek yang ada dilayar monitor lalu ditransfer ke bentuk
suara menjadi semacam “mata telinga”.
Dengan demikian, tunanetra bisa mendengar semua yang ada dilayar, baik berupa
tulisan, icon maupun simbol-simbol lainnya. Dengan berbekal komputer
atau handphone yang telah dilengkapi screen reader maka setiap
tunanetra dapat mengakses informasi yang ada diinternet layaknya orang awas.
E-Learning: Leluasa Belajar Dalam Kegelapan
Melalui temuan di atas
maka tidak ada alasan untuk tidak menerapkan sistem E-Learning bagi siswa tunanetra. Kekhawatiran tunanetra tidak dapat
mengoperasikan piranti elektronik telah terjawab dengan software screen
reader. Bahkan sudah barang biasa melihat tunanetra usia sekolah membawa handphone
layaknya siswa sekolah umum, mereka pun smsan, bahkan aktif di jejaring sosial
seperti twiter dan facebook. Untuk siswa tunanetra SMA atau Mahasiswa, banyak
dari mereka yang berangkat sekolah membawa laptop, sama seperti siswa umum,
membawa laptop untuk mengerjakan tugas ataupun sekedar memanfaatkan fasilitas
wifi di lingkungan tempat belajar.
E-Learning
memiliki potensi besar untuk membantu siswa tunanetra belajar. Metode ini
dapat meminimalkan ketergantungan siswa dan guru terhadap ruang dan waktu
khusus. dalam proses pembelajaran. Keterbatasan tunanetra dalam bergerak tentu
memberikan kendala tersendiri untuk move,
seperti berganti ruang kelas, menemui dosen mengumpulkan tugas, ataupun
konsultasi. Dengan demikian maka E-Learning
dapat memberikan kenyamanan belajar yang lebih pada tunanetra. Dengan gerak
yang minimal tunanetra tetap dapat belajar dengan maksimal.
E-learning merupakan
sebuah proses pembelajaran yang dilakukan melalui network (jaringan).
Ini berarti dengan e-learning memungkinkan tersampaikannya bahan ajar kepada
peserta didik menggunakan media teknologi informasi dan komunikasi berupa komputer
dan jaringan internet atau intranet. Dengan e-learning, belajar bisa
dilakukan kapan saja, di mana saja, melalui jalur mana saja dan dengan
kecepatan akses apapun. Proses pembelajaran berlangsung efesien dan efektif.
Keuntungan lain untuk
tunanetra adalah tunanetra dapat mengulang belajar dengan membuka sumber
belajar elektronik dengan leluasa. Tidak perlu susah payah mencatat, tidak
perlu susah mencari buku di almari, bahkan dapat mendengar kembali penjelasan
guru atau dosen melalui rekaman. Dengan demikian maka dampak dari “kegelapan”
dapat diminimalkan dan tunanetra dapat belajar dengan lebih leluasa.
Dengan E-learning maka siswa tunanetra juga akan diuntungkan
dengan mudahnya mengarsipkan materi pelajaran. Materi yang semula sering
dikemas dalam huruf Braille yang notabene memiliki dimensi yang besar dan berat
dalam berubah menjadi suatu folder dalam komputer. Selain itu kemudahan juga
ada ketika tunanetra akan mencari materi pelajaran, jika semua harus mencari di
berbagai tempat penyimpanan, dengan E-learning maka tunanetra dapat
mencari file lebih mudah. Jika lupa pun tunanetra akan dibantu oleh mesin pencari
yang ada di operating system untuk mencari file yang diinginkan.
Berbasi E-learning, guru atau dosen juga dapat memberikan
stimulus pada tunanetra untuk mencari berbagai materi. Atas bantuan screen
reader tunanetra dapat membaca banyak bacaan yang akan sangat sulit mereka
temukan di perpustakaan. Dengan demikian maka tunanetra dapat terangsang untuk
mencari wawasan seluas-luasnya sehingga pengalaman dan perbendaharaan ilmunya
pun semakin baik.
Killing Distance, Making a New World
Dengan basis E-learning jarak antara pengajar dan siswa
dimungkinkan semakin menipis karena dalam kondisi ini jarak menjadi suatu hal
yang tidak diperhitungkan. Interaksi antara guru dan siswa dimungkinkan akan
semakin intensif. Guru dapat memberikan himbauan siswa kapanpun ataupun siswa
dapat menanyakan solusi permasalahan pada guru kapan pun.
Banyak sekali masyarakat yang memiliki akun dalam jejaring sosial, Untuk
twitter Indonesia berada di posisi
kelima dengan jumlah akun 19,5 juta. Sedangkan untuk pengguna facebook di Indonesia per bulan Januari 2013
telah menembus angka 50,583 juta. Pemilik akum dari jejaring sosial tersebut
beberapa diantaranya adalah tunanetra.
Keberadaan jejaring sosial tersebut semakin memudahkan antar individu untuk
saling berkomunikasi, termasuk guru dan murid. Saat ini sudah banyak guru dan
siswa yang saling berkomunikasi melalui jejaring sosial, sekedah bersosialisasi
ataupun memanfaatkannya untuk kegiatan belajar. Sangat menarik jika guru SLB
atau sekolah inklusi menerapkan pembelajaran berbasis E-learning dengan
melibatkan jejaring sosial. Tentunya siswa tunanetra akan semakin mudah
berkomunikasi dengan guru dengan lebih leluasa.
Teknologi informasi adalah cahaya
dalam kegelaman mereka,
Mari dukung mereka agar dapa
berkreasi dalam kegelapannya,
Salam education for all,
Berbicara mengenai IT (teknologi informasi), memang hampir semua masyarakt luas tidak dapat mengelak pangaruh dari IT. Sebab IT sekarang ini megalami pergeseran dari kebutuhan sekuder menjadi kebutuhan primer. IT sudah menjadi komponen yang penting dalam hidup manusia. Bagi tunanetra-pun sekarang sudah mulai terpengaruh dengan IT tersebut. Khususnya menganai E-Learning. Terkait dengan postingan ini, sangat baik sekali idea tau gagasa yang paparkan. Pertanyaannya selanjutnya, bagaimana menciptakan cara atau metode supaya tunanetra juga dapat menggunakan E-Learning ini sebagai media pembelajaran seperti halnya anak-anak normal yang lainnya.
BalasHapus1. They arent exceptional children, but children with special need...so jangan bilang cacat mas rod...mereka hanya memiliki kebutuhan khusus,
BalasHapus2. Bisa mas...metodenya sama kaya siswa awas (siswa non tunanetra). Mereka dapat juga membaca tulisan blog ini, mereka juga bisa membaca tulisan dari ms.word dan pdf. karena mereka memiliki software bernama screen reader. Jika kita membacanya (secara visual), mereka membacanya dengan output audio...
Wahh..gagasannya sangat bagus mas, penyetaraan pendidikan memang harus direalisasikan tanpa memandang bulu, mulai dari fasilitas sarana dan prasarana maupun guru yang professional. Salah satunya adalah memberikan kepada mereka kesempatan untuk mengenal E-Learning. Sukses mas..
BalasHapusbagus...
BalasHapusapalagi kalau di kembangkan di daerah saya..
luar biasa hasilnya,,,,